{"id":1913,"date":"2025-04-24T21:03:54","date_gmt":"2025-04-24T14:03:54","guid":{"rendered":"https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/?p=1913"},"modified":"2025-05-07T20:57:36","modified_gmt":"2025-05-07T13:57:36","slug":"paus-fransiskus-meninggal-dunia-ulama-syiah-irak-kirim-duka-mendalam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/?p=1913","title":{"rendered":"Paus Fransiskus Meninggal Dunia, Ulama Syiah Irak Kirim Duka Mendalam"},"content":{"rendered":"<p><!-- \/wp:post-content --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p>Dilansir dari <em>CNNIndonesia.com,<\/em> dalam pernyataan yang dirilis oleh kantornya pada Senin (21 April 2025), Al-Sistani mengatakan bahwa Paus Fransiskus merupakan pemimpin Katolik yang menjunjung tinggi toleransi dan sangat merangkul kaum tertindas.<\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p>Ia mengenang pertemuannya dengan Paus di Najaf pada tahun 2021 dan menyebutnya sebagai \u201cmomen penting\u201d dalam menegaskan nilai-nilai keagamaan bersama serta kebutuhan untuk mengatasi tantangan dunia melalui prinsip-prinsip dan kerja sama antaragama.<\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p>Seperti dilansir <em>Shafaq News,<\/em> Al-Sistani menyampaikan belasungkawa kepada umat Katolik dan berdoa agar &#8220;rahmat, berkat, dan kedamaian Tuhan&#8221; menyertai seluruh umat manusia.<\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p>\u201cPaus Fransiskus memainkan peran penting dalam mendorong perdamaian dan toleransi. Ia juga menjunjung solidaritas dengan mereka yang tertindas dan teraniaya di seluruh dunia,\u201d kata Al-Sistani dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip oleh <em>The New Arab.<\/em><\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p>Perdana Menteri Irak, Mohammed Shia Al-Sudani, juga menyatakan dalam sebuah pernyataan di media sosial bahwa Paus Fransiskus selama hidupnya \u201cmelayani nilai-nilai kemanusiaan, memupuk persatuan di antara masyarakat, dan menjunjung tinggi perdamaian serta nilai-nilai moral dan sosial tertinggi.\u201d<\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p>Dikutip dari <em>Kompas.com, <\/em>Paus Fransiskus meninggal dunia pada usia 88 tahun, pada Senin pagi (21 April 2025) pukul 07.35 waktu setempat. Vatikan menyatakan bahwa Bapa Suci wafat akibat stroke yang menyebabkan koma dan gagal jantung. Kabar duka ini diumumkan secara resmi oleh Camerlengo Vatikan (Kepala Rumah Tangga Vatikan), Kardinal Kevin Farrell, setelah Paus menjalani perawatan intensif akibat masalah kesehatan serius selama beberapa waktu.<\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p>Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi kesehatan Paus Fransiskus kerap menjadi perhatian. Sejak awal 2021, ia telah menjalani beberapa perawatan intensif, termasuk operasi usus besar dan hernia perut.<\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p>Selain itu, Paus asal Argentina itu juga mengalami masalah mobilitas akibat linu panggul, sehingga ia harus menggunakan kursi roda atau tongkat. Pada Jumat (14 Februari 2025), Paus kembali dirawat di rumah sakit akibat bronkitis. Tak lama kemudian, dokter mendiagnosisnya dengan pneumonia bilateral dan kadar trombosit rendah, yang dikaitkan dengan anemia.<\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p>Kondisinya memburuk pada tanggal 22 Februari 2025 karena masalah pernapasan parah dan disertai gejala awal gagal ginjal ringan. Selama perawatannya, ribuan orang berkumpul di Lapangan Santo Petrus dan di depan rumah sakit di Roma, tempat Paus dirawat, untuk berdoa bagi kesembuhannya.<\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p>Paus akhirnya keluar dari rumah sakit pada hari Minggu (23 Maret 2025), setelah dirawat selama 38 hari, dan menyapa publik dari balkon rumah sakit, menandai penampilan publik pertamanya dalam lima minggu terakhir. Meski masih dalam tahap pemulihan, Paus Fransiskus tetap menjalankan tugas keagamaannya.<\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p>Pada Minggu (20 April 2025), ia bahkan sempat menyapa umat Katolik yang merayakan Paskah di Lapangan Santo Petrus dan bertemu dengan Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance. Namun, pada Senin pagi, Vatikan mengonfirmasi bahwa Paus Fransiskus telah meninggal dunia. Ia meninggal di kediamannya di Vatikan, ditemani oleh petugas medis dan pendeta.<\/p>\n<p><strong>Penulis:\u00a0 Sinta Fitria Ernanti (Divisi Reporter)<\/strong><\/p>\n<p><strong>Foto:\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0Divisi Fotografi<\/strong><\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p>Sumber:<\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/internasional\/20250422165008-134-1221388\/ulama-syiah-irak-kirim-duka-mendalam-paus-fransiskus-meninggal-dunia\">https:\/\/www.cnnindonesia.com\/internasional\/20250422165008-134-1221388\/ulama-syiah-irak-kirim-duka-mendalam-paus-fransiskus-meninggal-dunia<\/a><\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.kompas.com\/global\/read\/2025\/04\/21\/160830970\/kronologi-sakit-paus-fransiskus-hingga-meninggal-dunia\">https:\/\/www.kompas.com\/global\/read\/2025\/04\/21\/160830970\/kronologi-sakit-paus-fransiskus-hingga-meninggal-dunia<\/a><\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dilansir dari CNNIndonesia.com, dalam pernyataan yang dirilis oleh kantornya pada Senin (21 April 2025), Al-Sistani mengatakan bahwa Paus Fransiskus merupakan pemimpin Katolik yang menjunjung tinggi toleransi dan sangat merangkul kaum tertindas.<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":2008,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,5],"tags":[],"class_list":["post-1913","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-west"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1913","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1913"}],"version-history":[{"count":12,"href":"https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1913\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1932,"href":"https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1913\/revisions\/1932"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2008"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1913"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1913"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1913"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}