{"id":734,"date":"2023-04-04T09:55:15","date_gmt":"2023-04-04T09:55:15","guid":{"rendered":"https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/?p=734"},"modified":"2023-04-10T09:15:43","modified_gmt":"2023-04-10T09:15:43","slug":"hobi-pakai-botol-plastik-yuk-kenali-kod3-segitiga-dibawahnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/?p=734","title":{"rendered":"HOBI PAKAI BOTOL PLASTIK? YUK KENALI KODE SEGITIGA DIBAWAHNYA!"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"819\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/1-2-819x1024.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-735\" srcset=\"https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/1-2-819x1024.png 819w, https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/1-2-240x300.png 240w, https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/1-2-768x960.png 768w, https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/1-2.png 1080w\" sizes=\"(max-width: 819px) 100vw, 819px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-text-align-center\">KODE PADA BOTOL PLASTIK<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Saat membeli sebuah minuman kemasan, di bawah botol tersebut terdapat kode angka di dalam segitiga dan biasanya terdapat tulisan di sana. Kode angka tersebut digunakan untuk menunjukkan daur ulang dari jenis plastik tersebut. Sampai saat ini, ada 7 kode dalam botol plastik, antara lain :<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/image.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-736\" width=\"49\" height=\"60\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>PETE atau PET (<em>Polyethylene Terephthalate<\/em>). <\/strong>PETE atau PET ini ditemukan pada kemasan botol plastik yang jernih, transparan atau tembus pandang. Contohnya seperti, botol air mineral, botol jus, botol selai kacang, botol soda, dan hampir semua botol transparan lainnya. Botol jenis ini sebenarnya direkomendasikan <strong><em>only single use<\/em><\/strong> atau hanya satu kali pemakaian dan tidak digunakan kembali. Apalagi, jika diisi dengan air hangat atau panas, karena hal ini akan mengakibatkan lapisan polymer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat <em>\u2018karsinogenik\u2019<\/em> atau zat yang memicu pertumbuhan sel kanker. Tentu hal ini terjadi apabila Anda menggunakannya dalam jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/image-2.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-738\" width=\"110\" height=\"61\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>HDPE (<em>High Density Polyethylene<\/em>). <\/strong>Kode daur ulang yang kedua ini biasanya dipakai untuk produk botol susu, kemudian untuk <em>yogurt<\/em> dan botol suplemen. HDPE ini merupakan salah satu bahan plastik yang aman digunakan karena mampu mencegah reaksi kimia antara plastik HDPE dengan makanan atau minuman di dalamnya. Jadi, jenis ini lebih aman dibandingkan dengan PETE atau PET.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"59\" height=\"62\" src=\"https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/image-3.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-739\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>PVC&nbsp; (Polyvinyl Chloride). <\/strong>PVC ini bersifat stabil, kuat, tahan cuaca, dan memiliki ketahanan kimia yang baik. PVC sering digunakan untuk membuat bahan bangunan seperti pipa, dinding, bingkai jendela dan pagar. Tetapi, bahan PVC tidak baik untuk kesehatan apabila digunakan untuk wadah bahan makanan dan minuman, karena dapat mengancam kesehatan dan memicu terjadinya kanker. Jadi, bahan ini tidak diperbolehkan untuk wadah makanan atau botol minuman.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"46\" height=\"56\" src=\"https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/image-4.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-740\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>LDPE (<em>Low Density Polyethylene<\/em>).<\/strong> Plastik tipe cokelat atau <em>thermoplastic<\/em> yang dibuat dari minyak bumi yang biasa dipakai untuk tempat makanan dan plastik kemasan. Bahan plastik ini sulit untuk dihancurkan, tetapi dapat didaur ulang. Bahan ini baik untuk wadah makanan karena sulit untuk bereaksi secara kimia. Contohnya, wadah makanan dan minuman yang dikemas.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"53\" height=\"65\" src=\"https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/image-5.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-741\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>PP (<em>Polypropylene<\/em>). <\/strong>PP adalah bahan yang baik untuk tempat makanan dan minuman. Biasanya digunakan pada gelas plastik, tutup botol, botol susu, botol minuman mainan anak-anak dan sebagainya. &nbsp;Karakteristiknya adalah botol transparan yang tidak jernih atau berawan. <em>Polipropilene<\/em> lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"70\" height=\"81\" src=\"https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/image-6.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-742\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>PS (<em>Polystyrene<\/em>).&nbsp; <\/strong>Bahan <em>Polystyrene<\/em> ini hanya digunakan sebagai wadah makanan sekali pakai atau mungkin biasa dikenal dengan istilah <em>styrofoam<\/em>. Jadi, bahan ini sebaiknya digunakan hanya sekali pakai. Mengapa demikian? Karena, bahan ini dapat mengeluarkan senyawa kimia <em>styrene<\/em> yang dapat bercampur ke dalam makanan jika bersentuhan. Bahan PS ini merupakan bahan yang sulit untuk didaur ulang. Selain itu, bahan PS dapat berbahaya bagi kesehatan otak, berbahaya bagi sistem reproduksi dan sebagainya. Bahan ini sebenarnya bisa didaur ulang, tetapi membutuhkan jangka waktu yang sangat panjang.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"68\" height=\"82\" src=\"https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/image-7.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-743\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>OTHER. <\/strong>&nbsp;Yang artinya adalah \u2018lainnya\u2019. Other sendiri memiliki 4 jenis plastik daur ulang. Jenis plastik yang pertama adalah <strong>PC <\/strong>atau <strong>&nbsp;<em>Polycarbonate<\/em>, SAN (<em>Styrene Acrylonitrile<\/em>), ABS (<em>Acrylonitrile Butadiene Styrene<\/em>), <em>Nylone<\/em>.<\/strong> Other ditemukan pada tempat makanan dan minuman, suku cadang mobil, mainan anak-anak, botol susu bayi, dan sebagainya. Untuk jenis PC, sangat tidak dianjurkan untuk digunakan sebagai wadah makanan atau botol minuman. Apalagi, sekarang banyak yang mencuci botol bayi, kemudian disterilkan, lalu dipanaskan di <em>microwave<\/em> atau direbus dahulu. Sebenarnya hal ini tidak baik untuk plastik jenis PC. Sedangkan, SAN dan ABS merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan sebagai kemasan makanan atau minuman, karena kedua bahan ini memiliki <em>resistance<\/em> yang tinggi terhadap reaksi kimia. Biasanya, SAN terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring dan alat makan, serta sikat gigi juga terbuat dari bahan SAN. Sedangkan bahan ABS, biasanya digunakan sebagai bahan mainan LEGO. LEGO merupakan mainan untuk anak-anak dan bahan untuk pembuatan pipa. Dari penjabaran sebelumanya, dapat disimpulkan bahwa SAN dan ABS merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itu adalah 7 jenis wadah plastik atau kode dari daur ulang plastik yang perlu kita ketahui. Dan sampai saat ini, masih banyak perdebatan terhadap plastik, seperti : \u201cini boleh dipakai, ini tidak boleh dipakai\u201d. Kami masih juga menunggu penelitian lebih lanjut terhadap efek dan keamanan penggunaan plastik. Adapun saran bagi yang masih ragu-ragu untuk membeli \u2018kode mana yang baik dari informasi yang diberikan\u2019. Kami menyarankan untuk menggunakan yang nomor 5 yaitu <strong><em>Polypropylene<\/em><\/strong>. Dilansir dari Aldokter.com bahwa kode angka 5 pada botol plastik sangat aman digunakan baik untuk makanan ataupun minuman. Alangkah baiknya, jika ingin menyimpan makanan atau air dalam jangka panjang, sebaiknya menggunakan wadah yang terbuat dari kaca, karena itu lebih aman. Selain itu, kita juga dapat menghindari penggunaan plastik yang berlebih, botol-botol kemasan, dan lain sebagainya yang sekali pakai karena dapat mencemari lingkungan. Di mana, membutuhkan waktu cukup lama untuk menguraikannya. Dengan begitu, kita juga dapat menjaga lingkungan, terutama laut yang sudah tercemar oleh limbah plastik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber: Tomoho, Kompas dan Aldokter.com<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-tomohon-info wp-block-embed-tomohon-info\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"NAKtMdulM0\"><a href=\"https:\/\/tomohon.info\/news\/healthy\/arti-simbol-kode-segitiga-pada-kemasan-plastik\/\">Arti Simbol Kode Segitiga Pada Kemasan Plastik<\/a><\/blockquote><iframe class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);\" title=\"&#8220;Arti Simbol Kode Segitiga Pada Kemasan Plastik&#8221; &#8212; Tomohon Info\" src=\"https:\/\/tomohon.info\/news\/healthy\/arti-simbol-kode-segitiga-pada-kemasan-plastik\/embed\/#?secret=BqBGTFGbrJ#?secret=NAKtMdulM0\" data-secret=\"NAKtMdulM0\" width=\"600\" height=\"338\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/www.kompas.com\/sains\/read\/2022\/02\/04\/163200723\/arti-simbol-segitiga-pada-botol-plastik-mana-yang-aman-digunakan-?page=all\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/www.alodokter.com\/cermati-kode-segitiga-di-bawah-kemasan-plastik-anda\n<\/div><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KODE PADA BOTOL PLASTIK &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Saat membeli sebuah minuman kemasan, di bawah botol tersebut terdapat kode angka di dalam segitiga dan biasanya terdapat tulisan di sana. Kode angka tersebut digunakan untuk menunjukkan daur ulang dari jenis plastik tersebut. Sampai saat ini, ada 7 kode dalam botol plastik, antara lain : PETE atau PET (Polyethylene Terephthalate). [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-734","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-west"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/734","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=734"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/734\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":779,"href":"https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/734\/revisions\/779"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=734"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=734"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/persedukasiunipma.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=734"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}