Madiun—Momentum peringatan April Sastra 2026 dimanfaatkan HMPS Lingua (Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Universitas PGRI Madiun dengan menggelar kegiatan bedah karya untuk pertama kalinya pada Kamis (7/5/2026) di Tirambintang Cafe and Library, Kota Madiun. Kegiatan yang diikuti sekitar 90 peserta ini bertujuan meningkatkan keterampilan menulis sekaligus membuka peluang karier kepenulisan di era digital melalui diskusi bersama pemateri dan penulis.
Bedah karya HMPS Lingua mengusung tema “Sastra Populer di Ujung Jari: Membaca, Menulis, dan Berkarya di Era Digital” dengan menghadirkan pemateri Cicik Amalyana dan penulis Fileski W. Tanjung sebagai pemantik diskusi. Kegiatan berlangsung lancar dari pembukaan hingga penutupan.

Ketua Umum HMPS Lingua 2026, Bagus Bayu Saputra, menyampaikan bahwa antusiasme peserta cukup tinggi meskipun kegiatan ini merupakan agenda perdana HMPS Lingua dalam memperingati April Sastra. Sebelumnya, peringatan April Sastra hanya diisi dengan seminar.
“Untuk bedah buku sebenarnya di Prodi PBSI itu baru pertama ini, karena tahun-tahun sebelumnya peringatan April Sastra biasanya berupa seminar, seminar nasional yang tetap di bidangnya tidak jauh dari bidang sastra tetapi hanya seminar, nah untuk tahun ini kita mau bikin yang lebih baik lagi dengan mengadakan secara offline yaitu bedah karya,”ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan menjadi ajang promosi program studi sekaligus pengembangan soft skill mahasiswa serta memberikan gambaran peluang karier lulusan PBSI selain menjadi guru.
Salah satu dosen sastra PBSI UNIPMA, Fajrianto Setyo Nugroho, menilai kegiatan di luar kelas mampu memberikan ruang yang lebih bebas bagi mahasiswa dalam menyampaikan ide dan pendapat dibandingkan suasana pembelajaran di kelas. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa PBSI, tetapi juga peserta umum, khususnya dalam bidang kepenulisan.
“Karena ini merupakan salah satu kegiatan yang berorientasi di sastra, terutama dalam kepenulisan, manfaatnya untuk peserta umum itu setidaknya mengetahui proses kreatif dalam menciptakan sebuah karya sastra, terutama novel mungkin atau puisi atau cerpen dan lain sebagainya,”jelasnya.
Kepala Program Studi PBSI, Muhammad Binur Huda, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan bedah karya dapat menjadi agenda rutin bulanan.
“Ya. Alhamdulillah acara hari ini berjalan dengan lancar. InsyaAllah ini akan menjadi agenda rutin kami, dan InsyaAllah saya tadi sudah berbicara dengan teman-teman satu bulan sekali kita akan mengadakan acara seperti ini lagi,”katanya.

Pemantik kegiatan, Walida Tanjung Files atau yang dikenal dengan nama pena Fileski, seorang penulis sekaligus sastrawan mengungkapkan kekagumannya terhadap antusiasme peserta. Ia menyebut keterbatasan waktu membuat beberapa pertanyaan belum sempat terjawab, namun poin penting kegiatan telah tersampaikan.
“Semoga menginspirasi dan menjadikan para mahasiswa UNIPMA yang hadir pada hari ini bisa termotivasi untuk berkarya, karena hanya pemantik saja acara hari ini yang menjadi titik penting adalah bagaimana mahasiswa berani berkarya membuat sebuah gebrakan. Saya melihat mahasiswa UNIPMA sangat kreatif dan ada jiwa semangat untuk berkarya yang sangat kuat.”
Salah satu peserta semester 6 PBSI, Isma Aulia, menilai kegiatan ini sangat bermanfaat karena menambah wawasan mengenai proses menulis novel dan teknik membedah buku. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin.
Peserta lainnya, Abella Putri Berlian, mengaku kegiatan ini menambah motivasi menulis sekaligus membuka relasi baru.
“Menambah motivasi untuk menulis. Jadi, kita itu menulis bukan hanya dalam bentuk fisik seperti buku, bisa dalam bentuk digital seperti Wattpad ya Kak, kemudian juga menambah relasi karena yang ikut bukan hanya dari UNIPMA, jadi bisa sharing-sharing juga tentang menulis itu seperti apa dan terutama dalam menumbuhkan ide menulis itu seperti apa.”
Melalui kegiatan perdana ini, HMPS Lingua berharap bedah karya dapat menjadi wadah berkelanjutan untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa PBSI sekaligus menjadi sarana promosi program studi yang unggul dan berdampak.
Penulis: Silvia Putri Ardiansah
Editor: Nova Niswatun Jauharoh
Foto : Kevin Arfiana
