Sayap yang Tak Pernah Patah
Oleh: Naufal Hafizh N Pagi itu, bau melati menyusup ke celah jendela kayu yang sudah lapuk, mengisi kamar sempit Arum dengan wangi yang selalu ia kaitkan dengan upacara pernikahan, kematian,…
Oleh: Naufal Hafizh N Pagi itu, bau melati menyusup ke celah jendela kayu yang sudah lapuk, mengisi kamar sempit Arum dengan wangi yang selalu ia kaitkan dengan upacara pernikahan, kematian,…
Oleh: Sastia Aulia Aryani Mataku menatap sebuah hamparan sawah yang tertata rapi, hijaunya padi itu menyapa diriku dengan penuh keteduhan. Mereka menari indah saat angin mendekatinya. Hujan kala itu membasahi…
Oleh : Fellysa Rahma Naturafika Alunan sabda nan indah lahir di tengah fajar Kini dipaksa redup di antara ribuan kabut berpendar Jutaan lantunan harapan keadilan Dari negeri yang merdeka di…
Oleh : Nova Niswa Suara nyaring Ibu memanggil dari seluruh penjuru rumah membuyarkan ketenangan pagi. Ibu: “Dioooo! Dioooo!” (teriakan berulang-ulang) Dio: “Iya Bu…” (dalam kamar, setengah terbangun) Ibu muncul dengan…
Lama Tak Berjumpa | Septia Anis S Ada jarak yang tumbuh di antara waktu, Menjalar pelan di sela-sela rindu, Kita pernah duduk di bawah langit yang sama, Kini hanya bayangmu…
Negeri Yang Hilang Karya : Amrika Delita Pernahkah kalian mendengar? Bisik –bisik doa dari tanah emas kami Bergema lirih menembus sang bumantara Menutup bentala dengan harap yang tak bersambut Hingga…
Detik yang Membeku Karya : Nova Niswa Senja merayap pelan, menembus jendela dan menyapa binar mata Luna. Dengan langkah kecil, ia memasuki rumah besar yang terasa sunyi dan tak bernyawa.…
Hy, Bye WijnkoopsBaai Karya : Fellysa Rahma N. Seperti apakah rasanya hidup dalam dunia bising penuh suara, tetapi selalu merasa sunyi dan hampa? Tanyakan pertanyaan ini padanya, sang gadis pribumi…
Wajah-wajah Tanpa Nama Karya : Amrika Dealita Hujan deras menyapa pagi dengan angin dingin yang menusuk, diiringi gemuruh langit yang riuh, seperti gema dari otak yang…
Angan Peternak Karya: Nova Niswa Hawa dingin dan suasana gelap menyelimuti siang hari itu. Danu memperhatikan gumpalan lebat putih lembut dan mata besar yang manis di depannya. Ia berpikir, ternyata…