Pernahkah kalian mendengar?
Bisik –bisik doa dari tanah emas kami
Bergema lirih menembus sang bumantara
Menutup bentala dengan harap yang tak bersambut
Hingga sunyi pun menelan suara para anak negeri
Wahai tuanku,
Kakiku berdiri di atas tanah emas
Yang katanya subur dari darah para pejuang
Namun keindahan dan kemurahan negeri ini
Tak pernah menyentuh tangan kecil kami
Betapa malangnya nasib ini tuan
Kami hanya seorang pewaris yang kehilangan pusaka
Dibuang dari pangkuan ibu pertiwi
Diadili diistana yang tak pernah mengenal kami
Kini yang tersisa hanyalah tubuh perlahan terhapus waktu
Anak negeri tumbuh tanpa mimpi
Menjerit dalam diam ditanah yang kau duduki
Kembalikan hak kami, tuan
Sebelum ingatan tentang negeri ini
Benar – benar lenyap dari dada kami.
Penulis : Amrika Dealita – Divisi Menulis Kreatif
Thumbnail : Salma Nur Q. – Divisi Desain