Karya: Septia Anis Setiyawati
Ada jarak yang tumbuh di antara waktu,
Menjalar pelan di sela-sela rindu,
Kita pernah duduk di bawah langit yang sama,
Kini hanya bayangmu yang singgah di kepala.
Setiap detik berlalu seperti desir angin,
Membawa kabar yang tak pernah sampai,
Aku menunggu di tepi kenangan,
Menghitung hari, menata harap yang perlahan pudar.
Wajahmu samar di benak yang letih,
Tawa dan cerita mengendap jadi sunyi,
Di sudut hati, aku simpan sapa,
Untuk hari yang entah kapan tiba.
Andai waktu bisa kupeluk kembali,
Akan kugenggam erat semua temu,
Tak kubiarkan lepas, tak kubiarkan pergi,
Agar rindu tak lagi jadi pilu.
Namun kini, aku hanya bisa menulis,
Pada malam yang sepi dan dingin,
Tentang pertemuan yang belum sempat terjadi,
Tentang dirimu, yang lama tak berjumpa lagi.