Madiun, 8 Agustus 2026 – UKM Pers Edukasi Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) menggelar Festival Pers Mahasiswa Edukasi (FPME) 2026 di Warung Garasi Cozy Space dengan mengusung tema “Aksara Jurnalistik: Inspirasi Pendidikan untuk Indonesia Maju”. Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas serta kemampuan di bidang jurnalistik melalui lomba fotografi tingkat SMA, SMK, dan sederajat hingga mahasiswa.
Rangkaian kegiatan FPME 2026 diawali dengan persiapan panitia pada siang hari. Memasuki sore hari, acara dilanjutkan dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa, pemaparan filosofi maskot, serta penjelasan mengenai makna tema FPME 2026. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan UKM Musik. Juri selanjutnya melakukan penilaian terhadap karya peserta yang berhasil masuk 10 besar. Karya para finalis kemudian direview sebelum acara dilanjutkan dengan pengumuman juara dan penyerahan hadiah.
Ketua Pelaksana FPME 2026, Fahrizal Indra Kurnia, menjelaskan bahwa pemilihan fotografi sebagai cabang perlombaan salah satunya didasarkan pada tingginya minat peserta terhadap bidang tersebut. Menurutnya, antusiasme terhadap fotografi menjadi salah satu pertimbangan panitia dalam menentukan kompetisi yang diselenggarakan. FPME juga bertujuan menjadi wadah untuk menampung dan mengapresiasi karya fotografi dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat SMA, SMK, dan sederajat hingga mahasiswa.
“Tujuan utamanya itu sebagai wadah untuk menampung karya-karya fotografi dari para peserta lomba dari tingkat SMA, SMK sederajat sampai dengan mahasiswa,” ujarnya .
Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk berkompetisi, tetapi juga dapat mengembangkan kreativitas dan kemampuan dalam menghasilkan karya jurnalistik melalui media fotografi.
Pelaksanaan FPME 2026 mendapat tanggapan positif dari Dr. Elly’s Mersina M., S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Biro Kemahasiswaan Universitas PGRI Madiun. Ia menilai kegiatan berlangsung menarik dan lancar dengan peserta yang berasal dari berbagai sekolah dan kalangan mahasiswa. Menurutnya, peserta FPME tidak hanya berasal dari wilayah sekitar Madiun, tetapi juga terdapat peserta dari luar Pulau Jawa.
“Alhamdulillah berjalan lancar dan diikuti oleh peserta dari berbagai macam sekolah, kemudian mahasiswa juga. Bahkan tadi sampai ada yang dari luar pulau, dari Bali kalau tidak salah,” ujarnya.
Menurutnya, keberagaman asal peserta tersebut menunjukkan bahwa FPME memiliki daya tarik yang cukup luas sekaligus menjadi ruang untuk membangkitkan kreativitas dan meningkatkan kualitas calon jurnalis muda.
“Berarti memberikan ajang untuk membangkitkan kreativitas dalam jurnalistik, meningkatkan kualitas jurnalistik calon-calon jurnalis yang lebih baik,” jelasnya.
FPME 2026 juga tidak hanya menghadirkan kompetisi fotografi. Talkshow dan penampilan musik turut melengkapi rangkaian kegiatan dengan melibatkan UKM di lingkungan Universitas PGRI Madiun. Keterlibatan berbagai UKM dinilai menjadi hal positif karena menciptakan ruang kolaborasi antarmahasiswa sekaligus membuat kegiatan lebih menarik.
“Mereka tidak hanya sekadar menampilkan hasil jurnalismenya, tetapi mereka juga ada kegiatan talkshow, kemudian ada kegiatan live musiknya juga,” tambahnya.
Dari sisi peserta, Moch. Ahza Nanda R. Dan Fiorenza Vincent Putra P. Turut memberikan pandangan mengenai keikutsertaan mereka dalam lomba fotografi FPME 2026. Bagi keduanya, kompetisi ini menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman sekaligus mengembangkan kreativitas melalui fotografi. Fotografi dinilai tidak hanya digunakan untuk menghasilkan karya yang menarik secara visual, tetapi juga dapat menjadi media untuk menyampaikan cerita mengenai berbagai kondisi di masyarakat.
Salah satu peserta menyinggung kehidupan masyarakat yang masih mengalami berbagai keterbatasan sebagai salah satu hal yang dapat menjadi inspirasi dalam menghasilkan karya. Hal tersebut menunjukkan bahwa fotografi dapat digunakan untuk menangkap realitas sosial dan menyampaikan pesan kepada masyarakat melalui visual.

Pengalaman mengikuti kompetisi juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami fotografi dari perspektif jurnalistik. Peserta berharap FPME dapat terus berkembang sehingga semakin banyak generasi muda yang memperoleh kesempatan untuk mengasah kemampuan dan pengalaman di bidang fotografi serta jurnalistik.
Kemeriahan FPME 2026 turut dirasakan oleh Rega Gustiana Arfanurriza, Tanisa Diva P, dan M. Ardiansyah Yondri W., selaku alumni/demisioner Pers Edukasi periode 2025. Kehadiran para alumni memberikan perspektif tersendiri terhadap perkembangan Pers Edukasi. Sebagai orang yang sebelumnya pernah menjadi bagian dari organisasi tersebut, mereka turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan FPME tahun ini.
Salah satu alumni menggambarkan kehadirannya dalam kegiatan sebagai pengalaman yang berkesan karena dapat kembali bertemu dengan keluarga besar Pers Edukasi.
“Hari ini sangat-sangat luar biasa sekali, sangat meriah. Saya lihat antusiasme teman-teman juga keren sekali. Kami di sini kan alumni, begitu datang ke sini tuh kita kayak pulang ke rumah.”
Selain mengapresiasi kemeriahan kegiatan, alumni juga memberikan perhatian terhadap karya yang dihasilkan para peserta. Menurut mereka, antusiasme peserta dalam mengikuti kompetisi menunjukkan adanya semangat untuk mengembangkan kreativitas di bidang fotografi. Para alumni juga memberikan pesan kepada peserta agar tidak berhenti berkarya setelah mengikuti FPME. Peserta diharapkan terus mengembangkan kemampuan fotografi dan sinematografi serta memanfaatkan pengalaman kompetisi sebagai bagian dari proses belajar.
“Untuk pesannya, peserta lebih bisa semangat lagi untuk mengembangkan kreativitasnya, fotografi, sinematografi.”
Pesan juga ditujukan kepada anggota Pers Edukasi agar terus menjaga semangat dan kekompakan dalam menjalankan kegiatan.
“Untuk rekan-rekan Edukasi bisa lebih semangat, lebih kompak dan antusiasnya lebih meriah lagi.”
Dari perspektif juri, Satria Setiawan, S.Kom., menilai bahwa kualitas sebuah karya fotografi jurnalistik tidak hanya ditentukan oleh konsep visual yang menarik. Menurutnya, foto yang kuat justru mampu menangkap realitas secara natural dan membuat penikmatnya dapat merasakan suasana dari momen yang diabadikan.
Dalam proses review karya peserta tingkat SMK hingga mahasiswa, Satria menemukan sejumlah karya yang memiliki kedekatan dengan tema FPME 2026. Namun, menurutnya, terdapat karya yang lebih menonjol karena memiliki kekuatan jurnalistik. Ia menilai foto jurnalistik yang baik harus mampu menghadirkan sesuatu yang nyata kepada penikmat foto.

“Foto itu benar-benar real. Kita bisa menikmati foto ini, bisa merasakan feel-nya foto ini,”ujarnya.
Menurut Satria, foto yang terlalu mengandalkan konsep belum tentu menjadi pilihan terbaik dalam fotografi jurnalistik. Karya yang menampilkan ekspresi, situasi, dan suasana secara natural justru dapat memiliki kekuatan yang lebih besar.
“Yang tadi kita review adalah foto-foto yang benar-benar natural. Ekspresinya natural dan sebagainya. Menurutku yang lebih unggul dari yang konsep.”
Ia juga melihat adanya potensi yang berbeda antara peserta dari tingkat SMK dan mahasiswa. Perbedaan latar belakang pendidikan dapat memengaruhi pola pikir, literasi, dan cara peserta dalam menentukan sudut pandang ketika mengambil sebuah foto. Bagi Satria, fotografi bukan hanya persoalan teknis menggunakan kamera. Seorang fotografer juga perlu memiliki kemampuan membaca situasi, menentukan momen, serta menciptakan visual yang mampu memberikan rasa kepada penikmatnya.
Satria juga memberikan pesan kepada seluruh peserta FPME 2026, baik mereka yang berhasil meraih juara maupun yang belum mendapatkan penghargaan. Ia mengingatkan peserta agar tidak berkecil hati apabila belum berhasil menjadi pemenang karena fotografi merupakan bidang yang luas dan membutuhkan proses belajar yang berkelanjutan. Menurutnya, kemampuan menciptakan visual yang kuat membutuhkan pengalaman dan latihan yang tidak singkat.
“Ambil kameramu, keluar, dan belajarlah sebanyak mungkin.”
Ia mendorong peserta untuk terus mengikuti berbagai kompetisi fotografi. Lomba dapat menjadi sarana untuk menguji kemampuan, memperoleh pengalaman, sekaligus memotivasi diri untuk menghasilkan karya yang lebih baik.
Ketua Pelaksana FPME 2026, Fahrizal Indra Kurnia, berharap kegiatan dapat terus berkembang pada penyelenggaraan berikutnya. Kekompakan panitia dan persiapan yang lebih matang menjadi salah satu hal yang perlu ditingkatkan.
“Harapannya, teman-teman lebih kompak lagi agar persiapannya juga lebih matang ke depannya dan semoga FPME jauh ke depannya bisa lebih berkembang.”
Sementara itu, pihak Biro Kemahasiswaan berharap FPME dapat terus dilaksanakan dengan cakupan yang semakin luas. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi ruang bagi lebih banyak generasi muda untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang jurnalistik.
Peserta yang berhasil masuk 10 besar juga diharapkan tidak berhenti mengembangkan kemampuan setelah memperoleh pencapaian tersebut. Status sebagai finalis dapat menjadi modal untuk terus meningkatkan potensi dan menghasilkan karya yang lebih baik.
Pelaksanaan FPME 2026 menunjukkan bahwa jurnalistik dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar, berkarya, dan menyampaikan gagasan melalui berbagai bentuk karya. Melalui lomba fotografi, peserta tidak hanya berkompetisi untuk mendapatkan penghargaan, tetapi juga belajar melihat realitas, menentukan sudut pandang, serta mengemas sebuah cerita melalui visual.
Kehadiran panitia, pihak kampus, peserta, alumni, dan juri memperlihatkan adanya kolaborasi dari berbagai pihak dalam mendukung pengembangan jurnalistik mahasiswa dan generasi muda. Keberagaman peserta, termasuk peserta dari luar Pulau Jawa, juga menunjukkan potensi FPME untuk terus berkembang dan menjangkau lebih banyak peserta di masa mendatang.
Dengan mengusung tema “Aksara Jurnalistik: Inspirasi Pendidikan untuk Indonesia Maju”, FPME 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai ajang kompetisi, tetapi terus menjadi ruang belajar, berkarya, berkolaborasi, dan membangun regenerasi jurnalis muda yang kreatif, kritis, serta mampu menyampaikan realitas melalui karya jurnalistik yang berkualitas.
Reporter : Novira Tri Rahmayanti
Editor : Nova Niswatun Juahraoh
