Beginilah Cara Merangkul Korban Bullying
Kasus perundungan terhadap Firmansyah, bocah SD yang di-bully terpaksa pindah ke Sekolah Luar Biasa (SLB) sedang hangat diperbincangkan oleh netizen. Tindakan tersebut sangat disayangkan karena pelaku bullying merupakan teman-teman sekelasnya sendiri. Kasus-kasus perundungan seperti yang dialami oleh Firmansyah tentunya memiliki dampak yang cukup mengganggu psikis maupun kesehatan mental bahkan lebih parahnya lagi korban bullying bisa melakukan keinginan untuk mengakhiri hidupnya melalui bunuh diri. Untuk itulah kita sebagai pendamping/wali dari korban perundungan memiliki peran penting dalam menghadapi kasus tersebut.
Ajaklah Mereka Berdiskusi
Korban bullying seringkali enggan untuk menceritakan perundungan yang dialaminya terhadap orang terdekatnya karena mereka didominasi perasaan malu, kalut dan takut serta khawatir jika bercerita mereka akan mendapatkan reaksi marah, kesal dan kecewa oleh pendengarnya. Untuk itulah peran pendengar sangat penting dalam kasus ini. Jadilah pendengar yang baik bagi korban bullying. Jangan mudah menghakimi dan meremehkan ungkapan perasaan yang dialami sang korban. Berikan dukungan emosional kepada korban bullying dengan menunjukan rasa empati terhadap situasi yang dialaminya.
Dorong Korban Bullying Untuk Melaporkan Perundungan
Jelaskan kepada korban bullying tentang betapa pentingnya untuk melaporkan insiden perundungan yang dialaminya kepada pihak yang berwenang. Bantu mereka memahami bahwa tindakan melaporkan dapat membantu mencegah terjadinya kejadian serupa di masa yang akan datang. Dampingi mereka saat ingin melaporkan kejadian tersebut sehingga mereka tidak merasa sendirian dalam melewati kasus ini.
Ajaklah Mereka Terapi ke Tenaga Ahli
Jika korban bullying mengalami dampak yang dapat mengganggu kesehariannya, ajaklah mereka untuk berkonsultasi dengan tenaga ahli yang lebih kompeten dalam bidang tersebut seperti konselor, psiskolog atau pekerja sosial. Tenaga ahli akan membantu mereka memproses pengalaman dan memberikan strategi serta keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi situasi tersebut. Tenaga ahli tidak hanya membantu korban bullying dalam menghadapi situasi saat ini, tetapi juga memberikan dukungan jangka panjang yang diperlukan untuk pemulihan mereka dan mencegah dampak yang lebih serius pada masa depan.
Sumber: ladiestory.id
