Memasuki dunia perkuliahan sepertinya tidak asing dengan istilah mahasiswa kupu-kupu dan mahasiswa kura-kura. Akronim tersebut muncul sebagai ungkapan untuk mengidentifikasi mahasiswa berdasarkan aktivitasnya selama di kampus. Mahasiswa kupu-kupu merupakan kepanjangan dari Kuliah Pulang Kuliah Pulang. Artinya, mahasiswa tersebut tidak melibatkan dirinya dalam organisasi maupun kegiatan di kampus. Tipe mahasiswa seperti ini biasanya diidentikkan dengan sifat pemalas, skeptis, no life, dan stigma negatif lainnya. Di sisi lain, mahasiswa kura-kura merupakan akronim dari kuliah rapat kuliah rapat karena banyaknya organisasi yang diikuti selama di kampus. Bagi segelintir orang, mahasiswa kura-kura merupakan tolak ukur mahasiswa ideal. Sebab, mahasiswa tersebut dianggap memiliki kontribusi terhadap kampus, bahkan masyarakat luas. Melalui pemahaman seperti ini, mahasiswa kura-kura mendapatkan stigma yang lebih positif daripada mahasiswa kupu-kupu karena sejalan dengan visi “agent of change” yang selama ini digembar-gemborkan. Meskipun demikian, belum tentu mahasiswa kura-kura lebih baik daripada mahasiswa kupu-kupu.
Tak dapat dipungkiri bahwa mahasiswa kura-kura memang memiliki kesempatan yang lebih besar dalam berjejaring atau membangun networking. Mahasiswa tipe ini juga menguasai beberapa soft skill, seperti berbicara di depan umum, mengambil keputusan, cara bekerja dalam kelompok. Hal ini nantinya akan memudahkan mereka pergaulan, bahkan dalam mencari pekerjaan di masa yang akan datang. Akan tetapi, mahasiswa kura-kura seringkali terjebak dalam toxic productivity karena manajemen diri yang kurang baik. Mereka sibuk melakukan berbagai kegiatan dengan segudang program kerja dan aksi nyata. Namun, pada akhirnya yang didapat bukanlah pengalaman melainkan rasa lelah berkepanjangan.
Hal tersebut berbeda dengan mahasiswa kupu-kupu yang cenderung tidak suka untuk mengikuti serangkaian aktivitas organisasi di kampus. Biasanya, kelompok mahasiswa seperti ini hanya datang untuk kuliah dan akan pulang setelah kegiatan perkuliahan selesai.
Ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dengan menjadi mahasiswa kupu-kupu dan juga kura kura, yaitu:
Mahasiswa Kupu-Kupu
Punya Banyak Waktu.
Mahasiswa kupu-kupu biasanya punya banyak waktu untuk memulai bisnis ataupun mengeksplor kegiatan di luar yang kamu sukai.
Lebih Dokus ke Akademis.
Kamu bisa lebih fokus kuliah saja seperti mengerjakan tugas-tugas kuliah dan mengikuti jadwal kuliah dengan baik dan teratur. Jadi, mahasiswa kupu-kupu berpeluang untuk lulus tepat waktu dan kemungkinan lulus lebih cepat.
Lebih Fresh saat Kuliah.
Kamu mahasiswa kupu-kupu pastinya akan terlihat lebih fresh saat kuliah karena kalian tidak mengikuti kegiatan berorganisasi sampai larut malam.
Punya Waktu untuk Hobby.
Menjadi mahasiswa kupu-kupu juga dapat mengembangkan hobby mereka dengan caranya sendiri lho.
Tidak Terikat Suatu Organisasi.
Mahasiswa kupu-kupu tidak terikat suatu organisasi apa pun di kampus yang membuat mereka tidak terlalu sibuk dan kamu juga tidak akan capek mengikuti kegiatan organisasi.
Mahasiswa Kura-Kura
Belajar Manage Waktu.
Mahasiswa kura-kura pasti pintar dalam mengatur waktu antara perkuliahan maupun kegiatan-kegiatan organisasi agar berjalan dengan baik.
Belajar Problem Solving.
Mahasiswa kura-kura memiliki kemampuan dalam memecahkan sebuah masalah dan mencari solusi dengan baik.
Bekal Sebelum Kerja.
Saat kamu mengikuti organisasi kamu mempunyai bekal sebelum bekerja yang bisa nanti kamu masukan ke dalam CV-mu. Jika kamu memiliki pengalaman berorganisasi, maka kamu pasti dianggap sudah belajar dalam dunia kerja dan kamu dapat banyak hal dari berbagai perspektif orang-orang yang sudah pernah kamu temui.
Punya Banyak Teman.
Mengikuti banyak kegiatan organisasi berarti kamu memiliki banyak relasi. Tidak heran, mahasiswa yang mengikuti organisasi pasti memiliki banyak teman dari berbagai jurusan.
Belajar Berdiskusi.
Kamu yang aktif berorganisasi pasti sering diajak berdiskusi kan. Disini kamu bakalan belajar berdiskusi bisa saling mengungkapkan pendapat dan bisa menghargai pendapat satu sama lainnya.
Menjadi mahasiswa kupu-kupu atau mahasiswa kura-kura merupakan pilihan masing-masing individu. Pada dasarnya, kedua tipe mahasiswa ini sama sama memiliki nilai manfaat jika mengetahui apa yang ingin diperoleh selama menjadi mahasiswa. Mahasiswa yang terlalu aktif tanpa diimbangi dengan manajemen diri yang baik, dapat melalaikan kewajiban untuk menuntut ilmu. Sebaliknya, mahasiswa yang terlalu pasif dan tidak memiliki pengalaman organisasi sama sekali juga akan kesulitan mencari pekerjaan setelah lulus.
Setiap individu memiliki preferensi masing-masing tentang kehidupan perkuliahannya. Menjadi hak masing-masing dalam menentukan bagaimana kehidupan kuliah akan dijalankan. Hal terpenting di sini adalah masa kuliah harus diisi dengan hati gembira karena ini merupakan kesempatan untuk eksplorasi potensi yang dimiliki, melakukan apa yang diinginkan sejauh disertai dengan komitmen dan rasa tanggung jawab.
