Kesalahan Prabowo terhadap Koruptor di Indonesia

Adil untuk masa depan anak koruptor, atau adil bagi masa depan anak bangsa?

Korupsi adalah tindak pidana di mana seseorang atau organisasi yang diberi kepercayaan menyalahgunakan jabatan untuk keuntungan pribadi yang melanggar hukum. Saat ini, korupsi sudah menjadi masalah yang sering dijumpai sehari-hari. Tak pernah libur bagi jurnalis, yang setiap hari mengungkap kasus korupsi di Indonesia.

Lantas, dengan maraknya korupsi, apa solusi yang diberikan oleh Presiden Republik Indonesia?

            Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Pada 2011, Prabowo Subianto menulis di Twitter (@prabowo) bahwa ia tidak bangga Indonesia dicap sebagai salah satu negara paling korup di dunia. Dilansir dari Kompas.com, dalam pidato Prabowo pada acara yang diselenggarakan pada Kamis, 13 Maret 2025, di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta, menyebutkan bahwa ia akan membangun penjara yang sangat kokoh di tempat terpencil agar para koruptor tidak bisa melarikan diri dari penjara tersebut. Prabowo juga menyampaikan keinginannya melalui Juru Bicara MA, Yanto, dalam konferensi pers di Media Center Jakarta ( 2 Januari 2025 ). Namun, kenyataannya tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan kepada masyarakat Indonesia.

            Dikutip dari Tempo.co, tidak dimasukkan ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2025. Hal ini memicu pertanyaan netizen Indonesia. Salah satu akun Twitter, @ruhulanakgaul, memberikan komentar, “Kenapa RUU Perampasan Aset Koruptor tidak masuk prioritas Prolegnas? Kenapa justru RUU Kejaksaan yang berpotensi disalahgunakan untuk melindungi koruptor dan menggebuk lawan politik yang diburu-buru untuk disahkan?”

Dilansir dari metrotvnews.com, Prabowo juga memberikan opini bahwa ia setuju aset koruptor disita, tetapi jangan merugikan anak dan istri. Akan tetapi, dalam praktiknya, korupsi sering kali melibatkan anggota keluarga untuk membantu menghilangkan bukti dan melakukan pencucian uang. Akibatnya, bukti kuat praktik korupsi menjadi lemah. Alhasil para koruptor dapat terus melancarkan aksinya untuk mengambil kekayaan negara yang seharusnya menjadi hak seluruh rakyat Indonesia.

            Kemarahan rakyat Indonesia meledak. Banyak komentar muncul atas ketidaktegasan Presiden. Hal ini diungkapkan pada salah satu unggahan Twitter dari akun @rizall_____ menyuarakan , “Jadi, kalau negara akhirnya menyita aset, itu bukan soal balas dendam. Tapi bagian dari pemulihan keadilan sosial. And sorry, justice shouldn’t be compromised just because the guilty has a family.”

            Lantas, sampai kapan praktik korupsi ini terus subur di Indonesia tanpa adanya pergerakan tegas dari pemerintah Indonesia? Teruslah berharap, karena nyatanya pemerintah Indonesia memberikan pupuk terbaiknya untuk menyuburkan praktik korupsi di negara ini.           

Penulis : Laili Indah Prasetyaningrum

Foto : Divisi Fotografi

Sumber :

https://nasional.kompas.com/read/2025/03/14/06064531/janji-prabowo-penjarakan-koruptor-di-pulau-terpencil

https://www.metrotvnews.com/play/NLMCJRJa-presiden-prabowo-setuju-aset-koruptor-disita-tapi-jangan-rugikan-anak-istri

https://x.com/Rizall_____/status/1909886448972742962?t=8hlvBN6YdhgKsQVMGhiGVQ&s=35

https://x.com/prabowo/status/120767373065199616?t=nmXOdStl2Fbaw5Ixiavkrw&s=35

https://x.com/ruhulanakgaul/status/1908882534848672119?t=jQlcnS3gj1PfX4EyHXRq7Q&s=35

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *