
Yuk Kenali Fast Fashion dan Berbagai Dampak Buruknya
Di zaman modern seperti sekarang, kamu tidak perlu pergi ke pasar atau ke toko jika ingin berbelanja. Hanya dengan klik di layar handphone,barang yang kita inginkan bisa langsung sampai di depan rumah. Sistem belanja online sangat memudahkan kita semua sebagai konsumen, untuk membeli barang apapun, termasuk pakaian.
Tidak heran saat ini banyak industri tekstil berlomba-lomba untuk memproduksi pakaian secara cepat. Bahkan setiap tahun satu industri tekstil bisa memproduksi banyak model pakaian yang berbeda-beda, sesuai dengan tren yang sedang ramai.
Nah pakaian yang diproduksi secara cepat dan didistribusikan ke toko-toko supaya bisa memanfaatkan tren dengan tepat ini disebut dengan fast fashion. Dilansir dari Zero Waste Indonesia, kebanyakan industri fast fashion bisa memproduksi hingga 42 model pakaian dalam waktu satu tahun.
Mode fast fashion membantu para konsumen mendapatkan pakaian dengan cepat, mudah, dan yang paling utama adalah harga murah. Akhirnya hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan konsumen. Masyarakat mulai sering membeli pakaian baru mengikuti tren yang ada, padahal pakaian tersebut belum tentu dibutuhkan.
5 Dampak Buruk Fast Fashion yang Harus Kamu Tahu!
Di balik tren fast fashion yang terkenal cepat, mudah, harga murah, dan menguntungkan, ternyata fast fashion juga memiliki banyak dampak buruk. Dikutip dari Geneva Environment Network, produksi fashion menyumbang 10% dari emisi karbon manusia, mengeringkan sumber air, dan mencemari sungai dan aliran air.
Terlebih lagi, 85% limbah dari tekstil dibuang ke tempat pembuangan sampah setiap tahunnya (UNECE, 2018). Dilansir dari Zero Waste Indonesia, industri fast fashion tidak hanya menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan tetapi juga berdampak buruk pada manusia dan hewan. Berikut beberapa dampak buruk tren fast fashion bagi manusia dan hewan.
- Menyebabkan Pencemaran air
Industri fast fashion biasanya menggunakan pewarna tekstil yang murah dan berbahaya. Hal ini dapat menyebabkan pencemaran air dan bisa sangat berisiko terhadap kesehatan manusia.
- Meningkatkan Jumlah Sampah Plastik
Poliester adalah satu bahan baku yang banyak di gunakan dalam industri fast fashion yang berasal dari bahan baku fosil. Sehingga saat dicuci akan menimbulkan serat mikro yang meningkatkan jumlah sampah plastic.
- Meningkatkan Risiko Kekeringan
Bahan katun yang digunakan untuk produk fast fashion biasanya dicampur dengan air dan pestisida dalam jumlah yang sangat banyak. Hal ini bisa membahayakan para pekerja dan meningkatkan resiko kekeringan. Selain itu pestisida juga menciptakan tekanan besar pada sumber air sehingga kualitas tanah jadi menurun.
- Menunurunkan Populasi Hewan
Tahukah kamu ternyata industri fast fashion menjadi salah satu penyebab turunnya populasi hewan loh. Karena banyak industri fast fashion yang memanfaatkan kulit binatang seperti ular dan macan sebagai bahan baku produk, kemudian di campur dengan berbagai zat kimia.
- Meningkatkan Sifat Konsumerisme
Industri fast fashion mendorong banyak orang untuk sering berbelanja karena mereka selalu memproduksi model dengan tren terbaru. Hal ini akan menimbulkan sifat boros, karena masyarakat mulai membeli suatu barang bukan berdasarkan kebutuhan tapi hanya karena keinginan.
