100 Ribu Warga Israel Mendesak Netanyahu Stop Serang Gaza

Lebih dari 100 ribu warga Israel berunjuk rasa di kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, hingga ke kediamannya pada Sabtu (22/3) untuk melakukan protes terhadap serangan militer ke Jalur Gaza, Palestina.

Demonstrasi digelar di sejumlah wilayah, termasuk di Tel Aviv dan Yerusalem, seiring memuncaknya amarah warga terhadap keputusan yang dibuat pemerintahan Netanyahu.

Dalam video yang diunggah oleh Serambinewsdotcom berjudul “100.000 Zionis Desak PM Israel Stop Agresi Gaza,” (25/3) dijelaskan bahwa jumlah demonstran kian meningkat setelah Netanyahu memecat kepala badan intelijen, Shin Bet Ronen Bar, dan Jaksa Agung Gali, Baharav-Miara. Warga menilai keputusan Netanyahu tersebut hanya demi mempertahankan kekuasaannya.

Mengutip dari cnnindonesia.com (26/3), pemimpin partai-partai oposisi seperti Yair Lapid dan Yair Golan, termasuk di antara demonstran yang berkumpul di Habima. Mereka bersama dengan masyarakat menentang “kediktatoran” Netanyahu yang disambut riuh teriakan massa.

Sementara itu, publik berkumpul atas panggilan Forum Sandera dan Keluarga Hilang, di Hostages Square. Massa memprotes tindakan pemerintahan menyerang kembali Gaza hingga merusak kesepakatan gencatan senjata.

Warga utamanya khawatir serangan Israel dapat membahayakan nasib mereka yang masih disandera.

“Kembalinya pertempuran dapat menewaskan para sandera yang masih hidup dan menyebabkan yang telah tewas menghilang,” demikian pernyataan forum tersebut.

“Pertarungan mestinya terjadi hanya di ruang negosiasi, agar seluruh sandera dapat segera kembali,” lanjut pernyataan forum.

Penulis : Rahmawati Putri Z – divisi Reporter

Foto : Divisi Fotografi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *